Now Reading
Friendly Adventurer

Friendly Adventurer

Urban Icon Team
Ecotourism

Holiday season is here! Aktivitas vakansi memang menjadi pendorong roda ekonomi bagi kota-kota pariwisata. Namun tak sedikit kerusakan lingkungan yang diakibatkannya. Yuk, kenali ecotourism!

Ketika para aktivis lingkungan hidup menyuarakan kritik terhadap turisme di era ‘80- an, fokus mereka sederhana: menyoroti dampak negatif meledaknya industri pariwisata terhadap lingkungan. Mereka menuntut adanya kontrol dan mekanisme agar turisme tidak melindas ekosistem, agar satu atau lain hal tidak punah, juga agar generasi selanjutnya tetap bisa menikmati bumi sebagaimana adanya.

Terlepas dari adanya kritik, pesatnya pemerolehan keuntungan dari segi bisnis membuat industri pariwisata terus melaju. Lahan-lahan dibuka, tanah berganti aspal, hotel-hotel berdiri, wisatawan jadi happy. Namun, ini baru satu sisi.

Di sisi lain, kritik memuncul- kan kesadaran baru, yang belakangan mendorong lahirnya sebuah pergerakan. Kamu boleh menyebutnya apa saja: ecotravel, ecotourism, sustainable tourism, jalan-jalan ramah lingkungan, traveling hijau, mana saja yang kamu suka. Yang jelas, semua istilah tadi memiliki kesamaan, yaitu sama-sama dilandasi kesadaran terhadap lingkungan hidup.

Mendadak Hijau

Bertahun-tahun kemudian, kita hidup dalam era di mana konsep ecotourism (ya, untuk tulisan ini kita akan menggunakan istilah ecotourism) telah tertanam dalam benak banyak orang. Riset dari Travel Industry Association di Amerika Serikat mengemukakan bahwa 78% dari orang Amerika menganggap diri mereka sadar lingkungan. Banyak orang mendadak ‘hijau’.

Ecotourism menjadi tren, baik di kalangan wisatawan, pelaku industri, bahkan di level pemerintahan. Pemerintah berbagai negara mengimbau wisatawan agar lebih ramah terhadap lingkungan hidup. Para pelaku industri dan pemilik hotel misalnya, menjadikan ecotourism nilai tambah untuk mempromosikan bisnis mereka. Sementara di kalangan para traveler sendiri, muncul ‘tekanan’ bahwa jika mereka tidak traveling dengan ramah lingkungan, mereka akan terlihat kurang bertanggung jawab, kurang smart dan peka terhadap isu sosial, atau semata-mata… tidak keren.

“Saya tidak mengganti handuk saat di hotel. Kalau menyewa kendaraan, biasanya motor. Kalau mesti mobil, ya, cari yang irit,” ujar Anya Putri, mahasiswi yang juga seorang traveler. Anya berusaha mengurangi dampak negatif perjalanannya terhadap lingkungan. “Nggak sreg kalau kita senang-senang, tapi lingkungan jadi rusak. Iya, nggak, sih?”

Anya bukan satu-satunya yang berpikir demikian, tentu saja. Akan tetapi, hal yang lebih menarik adalah ia pun kesulitan saat diminta menjelaskan apa itu sebenarnya ecotourism. “Ada banyak pendapat dan cara, kayaknya,” jelasnya. Kebingungan Anya bukan tanpa alasan. Perkembangan konsep ecotourism membuat cakupannya semakin luas dan tren membuatnya bias. “Banyak orang menggunakan istilah ecotourism karena itu cool dan hip saat ini, dan itu menimbulkan kebingungan,” jelas Ayako Ezaki, Direktur Komunikasi dari The International Ecotourism Society (TIES), kepada Newsweek terkait tren ecotourism yang meroket.

Sederhananya, kamu bisa mendapat 1001 jawaban saat bertanya soal ecotourism. Satu grup akan bilang bahwa ini soal minimalisasi jejak karbon, sementara grup lain bilang ini soal kontribusi kepada komunitas setempat. Lantas mana yang bisa kamu pegang, dan mana pula yang bisa diaplikasikan dalam keseharian?

Sayangnya, tak ada satu definisi yang pasti mengenai apa itu ecotourism. Satu lembaga akan memiliki definisi berbeda dari yang lain. Solusinya adalah mengambil hal-hal baik (baca: apapun yang pro lingkungan) dari setiap definisi yang ada, dan mencoba menerapkan semaksimal mungkin saat kamu bepergian. Pada akhirnya, apalah arti teori tanpa aplikasi?

Ecotourism

Lebih Hijau dalam Transportasi

Transportasi adalah salah satu aspek ecotourism yang paling banyak disorot. Ada isu jejak karbon dan bahan bakar fosil di sana. Namun tentu saja, kita masih ingin berjalan-jalan. Cermati beberapa hal berikut agar kamu dapat lebih berkontribusi terhadap ecotourism.

Hal pertama adalah soal destinasi. Sederhananya, semakin jauh kamu berpergian, semakin besar pula dampaknya terhadap lingkungan hidup. Maka sebelum berpergian, tanyakan dulu pada dirimu hal-hal sederhana seperti ini: Apakah perlu ke Amerika hanya untuk mencicipi steak yang autentik? Apakah perlu ke Jerman hanya untuk menyaksikan kompetisi lari maraton? Apakah perlu ke Brazil hanya untuk menikmati nuansa hutan hujan yang lebat? Jangan-jangan, jawabannya bisa kamu dapatkan di negerimu sendiri.

Hal kedua adalah soal moda transportasi. Panduannya mudah. Transportasi tenaga manusia (semisal sepeda, becak, dan skateboard) akan selalu lebih ramah lingkungan ketimbang kendaraan bermotor. Akan tetapi, jika mesti menggunakan kendaraan bermotor, pilih moda transportasi massal seperti kereta atau bus. Pesawat akan pas jika jarak destinasi terbilang jauh (yang membuat roadtrip menjadi lebih boros). Jika mesti menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil, usahakan memaksimalkan ruang.

Lebih Irit Saat Menginap

Kita tidak bicara soal perang harga hotel, melainkan soal bagaimana meminimalisasi terbuangnya sumber daya alam dan manusia yang ada. Menginap di hotel lokal dengan status “eco” adalah langkah awal yang baik. Perhatikan pula apakah mereka banyak mempekerjakan warga setempat. Jika ya, tandanya mereka turut menggerakkan ekonomi lokal. Ini baik.

Saat di hotel, cara Anya yang tidak menggonta-ganti handuk jika tidak perlu adalah contoh yang baik. Selain itu, ada beragam cara lain untuk berhemat. Misalnya, memilih mandi dengan shower ketimbang berendam, membereskan kamar sendiri dan meminta pelayan tidak mengganti sprei atau sarung bantal, juga sesederhana mematikan AC dan peralatan elektronik lainnya saat kamu meninggalkan hotel.

Agar lebih mudah, gunakan tanda “do not disturb” saat kamu keluar hotel. Dengan demikian, pelayan tidak akan masuk dan membereskan kamar. Hal ini akan mengurangi penggunaan energi listrik dan bahan kimia di kamarmu. Satu lagi, kembalikan peta dan brosur ke tempatnya setelah kamu puas melihat-lihat. Turis lain mungkin membutuhkannya.

See Also

Lebih Dekat dengan Masyarakat

Leburkan diri dengan budaya setempat! Percayalah, sebagian besar kenangan manis saat traveling justru didapat dari pengalaman saat keluar dari zona nyaman, seperti bertukar budaya, mencicip hidangan unik, atau mendengarkan musik yang asing di telinga.

Lebih jauh, kamu bisa menjadikannya momen untuk berkontribusi terhadap ecotourism. Misalnya, makanlah di rumah makan lokal yang mengambil bahan pangan dari petani lokal. Beli suvenir dari pengrajin setempat dan bantu ekonomi keluarga mereka, atau pelajari sedikit bahasa mereka agar kalian dapat saling bertukar cerita. Semua hal tersebut akan membantu mewujudkan industri pariwisata yang berkelanjutan.

Mungkin benar bahwa menerapkan seluruh konsep ecotourism dalam sebuah perjalanan tidaklah mudah. Meskipun begitu, janganlah terjebak dan akhirnya tidak pergi ke mana-mana. Berbekal kesadaran terhadap lingkungan, aplikasikan saja konsep ecotourism yang bisa kamu lakukan dengan semaksimal mungkin dan biarkan orang lain memainkan perannya masing-masing. Bersama-sama, ecotourism akan terus berkembang menjadi lebih dari sekadar konsep, melainkan gaya hidup kita semua.

Ecotourism

Isi Tas Si Traveler Hijau

Tas Serbaguna

Plastik untuk menampung oleh-oleh? Sudah ketinggalan zaman. Koleksi kantung bermaterial kain yang mudah dilipat dan dicuci sehingga dapat dipakai berkali-kali pada berbagai kesempatan.

Botol Minum

Bayangkan berapa banyak botol plastik air mineral yang terbuang setiap harinya? Bantu lingkungan hidup dengan mengisi ulang botol minuman sendiri.

Peralatan Mandi

Pihak hotel akan membuang sabun dan sampo yang sudah kamu gunakan meski masih tersisa banyak saat check-out. Bantu meminimalkan limbah dengan membawa peralatan mandi sendiri.

Tempat Sampah Mini

Ketika berlibur di kawasan yang minim tempat sampah, siapkan wadah khusus untuk menampung ragam buangan pribadimu.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Copyright © 2022 Urban Icon. All Rights reserved. | Sitemap

Scroll To Top

MAU DAPET ADDITIONAL

DISKON 10% ALL ITEM? 

BURUAN SIGN UP SEKARANG BUAT DAPETIN DISKONNYA DAN INFO TERBARU DARI URBAN ICON

Close

DAPATKAN KODE VOUCHERNYA